Ingin Usia Mesin Kendaraan Awet? Gunakanlah BBM Oktan Tinggi

Keberadaan bahan bakar minyak (BBM) berkadar tinggi, baik untuk mesin bensin maupun diesel, kini mulai gampang ditemui. BBM berkadar tinggi adalah bahan bakar yang memiliki research octane number (RON) dari angka minimal 95 untuk mesin bensin, dan cetane minimal 51 untuk diesel.

Meski harga jualnya lebih mahal dibanding BBM bersubsidi ataupun BBM lain dengan oktan yang lebih rendah, BBM oktan tinggi tetap digemari oleh banyak pengguna kendaraan. Hal itu pula yang kini dirasakan oleh Pertamina.

Dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina yang menjual Pertamax Turbo dan Pertamina Dex terpantau mulai semakin banyak. Bila dulu kedua bahan bakar ini kerap hanya bisa ditemui di SPBU di pusat kota, tidak demikian sekarang. Saat ini, mulai banyak SPBU-SPBU di pinggiran kota yang menjual kedua bahan bakar yang masing-masing berkadar oktan 98 dan kadar cetane 53 ini.

 Baca Juga: Paket Internet Murah Telkomsel

Head of Marketing Communication Pertamina Dendi Danianto mengatakan, mulai banyaknya pembeli BBM kadar oktan tinggi disebabkan mulai sadarnya pemilik kendaraan bahwa penggunaan BBM turut berdampak terhadap kondisi mesin.

Semakin bagus kualitas BBM, maka akan semakin jarang pula kendaraan mengalami masalah.  Sekarang ini orang-orang sudah mulai malas bolak balik ke bengkel, karena akan memakan bajet yang lebih tinggi,  jadi dengan adanya BBM yang memiliki oktan tinggi bisa membuat filternya lebih lama. Dan merupakan keuntungan bagi pemilik kendaraan motor ataupun mobil.

Hal senada juga banyak diakui oleh para pemilik kendaraan mewah. Mereka mengaku selalu menggunakan Pertamax Turbo untuk kendaraannya. Manfaat dari penggunaan BBM dengan RON 98 inipun langsung dirasakannya.  Setelah rutin memakai Pertamak Turbo mesin mobil mereka  lebih awet. Perawatan dan daya tahan mobil tentunya akan lebih lama.

Selama ini orang cenderung menggunakan BBM yang memiliki kadar oktan rendah, tanpa disadari kondisi mesin mereka cepat rusak. Dianggap murahnya BBM ber-oktan rendah apalagi ditambah subsidi membuat orang lebih memilih jenis BBM yang kandungan oktannya rendah padahal perbandingan harganya tidak terlalu jauh