kasus kekerasan seksual

Kasus kekerasan seksual merupakan tindakan kriminal yang sering terjadi. Sasaran yang menjadi korban kejahatan ini bisa wanita bahkan saat ini banyak terjadi pada anak-anak dibawah umur. Kasus yang terjadi sangat beragam, mulai dari memperlihatkan alat kelamin sampai dengan penetrasi vaginal. Dari sejumlah kasus kekerasan seksual, sebagian besar pelakunya merupakan orang terdekat korban. Hal tersebut membuat rasa tidak aman bagi banyak orang.

Berdasarkan World Health Organization, kekerasan seksual didefinisikan sebagai “setiap tindakan seksual, usaha untuk melakukan tindakan seksual, kalimat yang melecehkan, memaksa untuk melakukan seks dimana saja, tidak terbatas rumah dan kantor” (Ashimi, 2015). Hal tersebut merupakan kejahatan bagi hak asasi manusia dan berdampak tidak hanya pada kesehatan namun juga berdampak sosial di masyarakat.

Sebuah penelitian di Northwest Nigeria tahun  2015 menyebutkan terdapat 24 kasus kekerasan seksual (22 diantaranya diduga kasus pemerkosaan dan sisanya kasus yang lain) dari 973 kasus bagian konsultasi ginekologi di unit gawat darurat. Dari penelitian tersebut ditemukan prevalensi kekerasan seksual adalah 3% atau 24 kasus dari 973 total kasus dan 2,3% atau 22 kasus dari 973 total kasus merupakan dugaan pemerkosaan (Ashimi, 2015).

Data dari CATAHU tentang kekerasan terhadap perempuan di Indonesia tahun 2016 menunjukkan peningkatan jumlah kasus. Sumber data CATAHU pada tahun 2015 adalah 95% dari data kasus/perkara yang ditangani Pengadilan Agama dan 5% dari lembaga-lembaga mitra pengada layanan. Jumlah kasus pada tahun-tahun sebelumnya seperti fenomena gunung es. Hal ini disebabkan banyak perempuan yang enggan dan tidak mau menceritakan pengalaman kekerasannya dan kurangnya lembaga mitra pengada pelayanan yang bisa menjadi tempat pengaduan kasus (CATAHU Kekerasan terhadap Perempuan, 2016).

Jumlah Kekerasan Terhadap Perempuan dari Tahun 2004-2015

CATAHU 2016

Gambar 1.1 Jumlah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2015 (CATAHU Kekerasan terhadap Perempuan, 2016)

            Pada data Komisi Perlindungan Anak tahun 2016, kasus kekerasan seksual terhadap anak dari tahun 2011 sampai tahun 2016 berjumlah 2001 kasus. Dengan jumlah kasus tertinggi pada tahun 2014 yaitu 656 kasus. Dari data Anak Berhadapan Hukum yaitu 7967 kasus, jumlah kasus kekerasan seksual anak memiliki jumlah yang tinggi yaitu 3520 kasus dengan rincian 2001 kasus anak sebagai korban dan 1519 kasus anak sebagai pelaku (KPAI, 2016).

Sementara untuk kasus kekerasan seksual di Bali, beberapa kasus terhimpun dari yang semula ditangani Bagian Pemberdayaan Perempuan Sekretariat Daerah Provinsi Bali sampai menjadi unit layanan khusus dari tahun 2009 sampai bulan Februari tahun 2012 terdapat 196 kasus. Dimana kasus kekerasan terhadap istri sebanyak 101 kasus, kekerasan dalam pacaran 16 kasus, kekerasan terhadap anak 24 kasus, kasus perkosaan 7 kasus, pencabulan atau pelecehan seksual 3 kasus, kekerasan dalam keluarga 44 kasus, dan penjualan perempuan 1 kasus (Erviantono, 2014).

Menurut Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Bali mencatat 141 kekerasan anak sepanjang tahun 2013, data tersebut direkap mulai bulan Januari hingga 10 Desember 2013. Jumlah kasus pelecehan seksual yang dialami anak mencapai 51 kasus. Tertinggi terjadi di Kabupaten Karangasem sebanyak 20 kasus, disusul Buleleng 10 kasus, Tabanan 7 kasus, Klungkung 5 kasus, Gianyar 4 kasus, Denpasar 3 kasus, dan Jembrana 2 kasus.  Pada tahun 2015 data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan anak (P2TP2A) Provinsi Bali menunjukkan  terdapat 125 kasus yang terdiri dari 41 kasus kekerasan seksual pada anak dan 84 kasus kekerasan seksual pada perempuan. 

daftar pustaka:

Ashimi A, Amole T, Ugwa E.2015. Reported sexual violence among women and children seen at the gynecological emergency unit of a rural tertiary health facility, northwest nigeria. Annals of Medical and Health Sciences Research.26-29. doi:10.4103/2141-9248.149780.

Bali News Network. 2016. Cabuli Belasan Anak, Bule Australia Divonis 15 Tahun dan Denda Rp 2 Milyar. 25 Oktober. [Online] Tersedia di http://balinewsnetwork.com/2016/10/25/cabuli-belas-anak-bule-australia-divonis-15-tahun-dan-denda-rp-2-miliar/[21 September 2017]

Budijanto A, Sudiono S, Purwadianto A. 1982. Kejahatan seks dan aspek medikolegal gangguan psikoseksual.Jakarta: Fak. Kedokteran Universitas Indonesia.15-26.

Budiyanto, A., Widiatmaka, W., Sudiono S., dkk. 1994. Ilmu kedokteran forensik. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 147-158.

Catatan Tahunan tentang Kekerasan terhadap Perempuan. 2016. Kekerasan terhadap Perempuan Meluas: Negara Urgen Hadir Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan di Ranah Domestik, Komunitas dan Negara. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. [Online] https://www.komnasperempuan.go.id/file/pdf_file/Catatan%20Tahunan/14.PP5_CATAHU%202016.pdf [18 November 2017]

DetikNews. 2008. Gauli Anak SMA, Eks Bupati Karangasem Divonis MA 6 Tahun. 28 April. [Online] Tersedia di https://news.detik.com/berita/d-930911/gauli-anak-sma-eks-bupati-karangasem-divonis-ma-6-tahun-[25 Oktober 2017]

Erviantono T, Pascarani D, Mirayani E, Leita M. 2014. Laporan Penelitian Kerjasama Institute of Peace and Democracy dengan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana Making Women’s Political Engagement Effective. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana.

Eze UO. 2013. Prevention of sexual assault in nigeria. Annals of Ibadan Postgraduate Medicine.65-70.

Giardino A. Sexual assault victimization across the life span. St. Louis, Mo.: G.W. Medical Pub.; 2003.p. 23-30.

Hamdani N. 1992. Ilmu Kedokteran Kehakiman: Edisi Kedua. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Henky, Budiningsih, Y., & Widiatmaka, W. 2011. The validity of rapid test to detect prostate-specific antigen ( PSA ) in seminal fluid. Med J Indones; 278–282.

Idries AM. 2009. Pedoman Praktis Ilmu Kedokteran Forensik Bagi Praktisi Hukum. Jakarta: CV Sagung Seto.

Irwanto, Elisa H, Hadisoepadmo A, Priyani R, Wismanto YB, Fernandes C. 2002.  Psikologi umum: buku panduan mahasiswa. Jakarta: Prenhallindo.

Jackson, Cathryn. 2016. Cluster Random Samples: Definition, Selection & Examples. Studi.com [Online] Tersedia di http//:study.com/academy/lesson/cluster-random-samples-definition-selection-examples.html

Komisi Nasional Perempuan 2010. Kekerasan Seksual: 15 Bentuk Kekerasan Seksual. 8-17.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. 2014. Undang-undang republik indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia. [Online] Tersedia di http://www.kpai.go.id/files/2013/09/uu-nomor-35-tahun-2014-tentang-perubahan-uu-pa.pdf [2 Juli 2015].

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. 2016. Kasus Pengaduan Anak Berdasarkan Klaster Perlindungan Anak. [Online] file:///C:/Users/user/Downloads/DATA%20KPAI%20UPDATE%20PER%2024%20OKTOBER%202016%20(2).pdf [18 November 2017]

Konsil Kedokteran Indonesia.Standar kompetensi dokter [internet]. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia

KUHP & KUHAP. Surabaya: Kesindo Utama; 2007.p. 95-96.

Meilia P. 2012.Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Prinsip Pemeriksaan dan  Penatalaksanaan Korban (P3K) Kekerasan Seksual, vol.39, hh. 579-583.

Munro ML.2014. Barriers to care for sexual assault survivors of childbearing age: An integrative review. Women’s healthcare (Doylestown, Pa).19-29.

Notoadmodjo S. 2010. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoadmojo S. 2007. Promosi kesehatan & ilmu prilaku. Jakarta: Rinaka Cipta.

Notoadmodjo S. 2010. Promosi kesehatan: teori & aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

R. Susanti, C. Manela, T. Hidayat. 2015. Bagian Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. MODUL FORENSIK KEJAHATAN SEKSUAL. 4-5.

Riyanto, A. 2011. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Savino J, Turvey B, Baeza J. 2005. Rape investigation handbook. Amsterdam: Elsevier Academic Press.1-7.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. 2004. www.hukumonline.com. [Online] Tersedia di http://www.hukumonline.com/pusatdata/downloadfile/lt4c4ec5b9df888/parent/19748&ved=0ahUKEwj_g6v8sfLRAhVBmZQKHZmyD-4QGggkMAE&usg=AFQjCNEbhgU0e_IHcWRejEH4ZI8EZdrl2Q&sig2=bPJCytOKuBbjKzoitmBGZg [2 Februari 2017].

Wahid A, Irfan M. 2001. Perlindungan terhadap korban kekerasan seksual. Bandung: Refika Aditama. 31-48, 107-116.

Wawan, Dewi. 2010. Teori & pengukuran pengetahuan, sikap, dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.

Yana M. 2012. Pembaruan Hukum Pidana Dalam Proses Penanganan Anak yang Bermasalah dengan Hukum (Dikaji dari Perspektif Peradilan Pidana Indonesia). Program Pascasarjana Universitas Udayana.