Uniknya Interior Trafique Coffee Jakarta

Udah pada ngopi belom? 

Minum kopi atau 'Ngopi' bagi sebagian banyak masyarakat Indonesia diketahui merupakan sebuah kebiasaan. Namun, di beberapa tahun belakangan, ngopi bukan hanya sebuah kebiasaan namun juga sebuah trend masyarakat, khususnya kaula muda.

Kemunculan sejumlah coffee shop lokal disambut dengan baik oleh masyarakat pada umumnya. Uniknya, selain menawarkan menu yang terbuat dari kopi terbaik di nusantara untuk dinikmati lidah masyarakat, rata-rata coffee shop juga menawarkan sebuah 'sensasi kenyamanan' saat menyeruput secangkir kopi yang nikmat. Apalagi ditambah dengan budaya foodphotography atau ootd yang dipublikasikan di media sosial yang bisa didapatkan saat mengunjungi coffee shop.

Dari pandangan saya, interior coffee shop dapat memainkan peran yang krusial untuk menciptakan sebuah nuansa menyenangkan bagi para penikmat kopi. Bahkan, bagi masyarakat yang kurang menyenangi kopi, interior yang baik tetap akan menjadi daya tarik masyarakat untuk mendatangi coffee shop tersebut. Salah satu unsur yang dapat berperan sebagai daya tarik adalah seperti mural atau sebuah spot dengan penataan furnitur yang baik.

Tidak hanya di Bali, coffee shop di beberapa kota besar di Indonesia, contohnya DKI Jakarta, juga menampilkan nuansa yang nyaman dalam menyeruput kopi. Di perjalanan saya beberapa hari silam ke Jakarta, dengan bermodal membaca artikel dan menelusuri google map, saya tertarik untuk mencoba sebuah coffee shop bernama Trafique.

Sesaat memasuki ruangan coffee shop dengan struktur batako dan bata yang dicat berwarna putih, terdapat nuansa kenyamanan dan sejuk yang terpancar di areal tersebut. Sebuah bar kopi yang dipenuhi barista berukuran besar terletak di pusat ruangan tersebut. Terdapat sejumlah sofa dan tempat duduk rumahan yang tertata di setiap sudut ruangan. Di bagian luar yakni ditujukan untuk kawasan bebas merokok, sejumlah furnitur yang cozy pun ditempatkan. Tata letak tempat duduk dan meja yang baik memperlihatkan ruangan yang terasa luas. Terdapat satu spot yang menarik mata saya, sebuah bagian di ujung kiri ruangan tersebut, sebuah meja tinggi dengan kursi tinggi dengan berlatar belakang lukisan yang tertempel di tembok putih. Seorang Barista mengatakan kepada saya, tempat itu merupakan favorite spot konsumen untuk berfoto-foto.

Sebuah hal unik saya temukan di coffee shop ini jika melihat sejumlah aksesoris pajangan yang berada disekitaran ruangan. Unsur pajangan yang menghiasi interior terkesan tidak biasa terdapat didalam coffee shop. Sejumlah pajangan yang jarang terdapat di sebuah coffee shop standar, dimaknai sebuah kreativitas yang membuat keunikan tersendiri. 

Berdasarkan review interior dari Lamudi, kedua konsep yang bertabrakan ini memang sengaja dimaknai untuk menciptakan nuansa berbeda dari sebuah coffee shop. Tema yang diambil adalah nuansa coffee shop yang Homey (rumahan) dan Quirky (aneh).  Perpaduan konsep ini merupakan ide dari owner Trafique yang diaplikasikan dengan berkonsultasi desainer interior.

Trafique Coffee diketahui merupakan satu pionir coffee shop rumahan yang berdiri sejak 2014 di kawasan Senayan, tepatnya di Jalan Hang Tuah No.8. Nama Trafique diambil dari sebuah kata kuno yang memiliki arti sebuah tempat dimana orang keluar masuk ketemu untuk melakukan perdagangan.