Resensi Novel Dunia Anna

Resensi Novel Dunia Anna

“Sebuah Renungan Tentang Alam Semesta”

 

Judul Buku                  : Dunia Anna – Sebuah Novel Filsafat Semesta

Nama Penulis              : Jostein Gaarder

Nama Penerbit            : Penerbit Mizan

Nama Pengulas           : Ni Kadek Emik Sapitri

Ulasan                         :

 

Berlatar di Norwegia, novel ini berfokus pada seorang remaja bernama Anna Nyrud. Sejak kecil, Anna memiliki imajinasi yang luar biasa. Segala imajinasi itu seakan meledak-ledak di pikirannya sehingga jika ada orang yang bertanya, ia pasti akan bercerita tiada henti. Namun, diceritakan bahwa belakangan ini imajinasi Anna terasa kian nyata baginya. Anna merasa seakan ia mendapat kiriman cerita dari belahan dunia lain atau mungkin dari kurun waktu yang lain. Setiap mimpi Anna juga kian hari kian terasa nyata. Hal-hal itu menyebabkan Anna akhirnya setuju untuk berkonsultasi dengan seorang psikiater di Oslo. Ia berangkat ke sana dengan ditemani sang Ibu dan Jonas, kekasihnya. Inilah awal pertemuan Anna dengan Dokter Benjamin Antonsen.

Di luar dugaan Benjamin, Anna sama sekali tidak sakit. Dokter itu malah mendapatkan banyak kejutan berupa obrolan menarik dengan Anna. Semua itu bermula saat Benjamin bertanya “Ada sesuatu yang kamu khawatirkan, Anna?”, dengan cepat Anna langsung menjawab, “Pemanasan global”. Di akhir pemeriksaan, Benjamin yang menyadari kepedulian Anna pada lingkungan menyarankan pasiennya itu untuk membentuk sejenis organisasi lingkungan hidup bersama Jonas agar bisa menyalurkan aspirasinya dengan cara yang sehat. Anna menuruti saran Benjamin. Ia merencanakan banyak hal dengan Jonas terkait rencana pembentukan organisasi itu.

Anna berulang tahun yang ke-16 pada 12 Desember 2012. Dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-16, Anna mendapatkan hadiah sebuah ponsel baru dan cincin batu rubi warisan keluarganya. Malam harinya, Anna bermimpi bahwa ia berada di masa depan, tepatnya tahun 2082. Di mimpi itu ia sudah menjadi nenek buyut dan punya cicit perempuan bernama Nova yang berumur 16 tahun. Dalam mimpi itu, keadaan bumi sudah semakin parah, banyak spesies hewan dan tumbuhan yang punah. Kepunahan itu sangat parah sampai-sampai penyerbukan harus dilakukan secara manual.

Nova protes keras pada nenek buyutnya. Menurut Nova, generasi nenek buyutnyalah yang memulai hal-hal mengerikan yang merusak bumi ini. Nova menginginkan kesempatan kedua, andai saja keadaan bumi kembali seperti sebelum tahun 2012, semua spesies yang telah punah hidup kembali dan habitatnya diperbaiki. Karena keadaan bumi yang kian memprihatinkan dan rasa kasihan pada cicitnya, Anna si nenek buyut ternyata diam-diam punya cara untuk mewujudkan kesempatan kedua itu. Ia yakin cincin batu rubi tua yang turun-temurun diyakini sebagai cincin ajaib Aladin itu bisa membantu mereka.

Anna kembali terbangun di tahun 2012. Ia menceritakan semuanya pada Jonas secara bertahap. Mereka kembali memantapkan rencana mereka. Jonas telah mengerjakan tugas yang diberikan Anna mengenai cara menyelamatkan 1001 jenis flora dan fauna. Ide Jonas brilian, malah menurutku sangat brilian.

Novel ini memiliki sudut pandang yang bergantian. Satu bab diceritakan dari sudut pandang Anna, bab berikutnya dari sudut pandang Nova, begitu seterusnya.

Banyak hal tentang Nova juga dibahas di sini. Mulai sejak Nova remaja hingga dewasa dan memiliki kekasih keturunan Arab. Menurut pendapatku, kekasih Nova memiliki watak yang mirip dengan Jonas, yaitu sama-sama mempunyai ketertarikan pada lingkungan dan mendukung penuh aspirasi sang pacar.

Ada pula tokoh bernama Ester, putri Dokter Benjamin yang baru saja dibebaskan setelah cukup lama menjadi tahanan di Somalia. Ester akan membantu mewujudkan rencana-rencana Anna dan Jonas.

Ending novel ini agak tidak jelas dan terkesan menggantung. Namun, tetap saja novel ini luar biasa. Di dalamnya banyak dijelaskan isu-isu lingkungan, terutama pemanasan global dan kepunahan beberapa spesies. Yang paling berkesan adalah ide brilian Jonas. Lebih baik kalian baca sendiri agar sama terkesannya denganku. Tentunya aku juga sangat merekomendasikan novel ini pada semua orang, agar lebih banyak yang peduli pada lingkungan seperti halnya Anna. Selain itu, menurutku si penulis ingin kita menentukan sendiri endingnya, sebab berhasil tidaknya misi Anna nyatanya sangat bergantung dengan apa yang kita lakukan saat ini dan seterusnya.


sumber gambar : https://nitasoekarso.wordpress.com/tag/gamelevel5/