Usada Rare

Bali yang dikenal dengan sebutan pulau dewata yang terkenal hingga ke mancanegara dengan kekayaan budayanya. Kehidupan budaya yang kental terpelihara dan dilestarikan secara turun temurun merupakan suatu warisan yang tak ternilai harganya. Begitupula dalam dunia pengobatan, masyarakat Bali sudah sejak jaman dahulu memanfaatkan tanaman untuk digunakan dalam pengobatan. Hal ini dapat dipelajari dalam warisan daun lontar yang berisi berbagai pengobatan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Lontar ini dikenal dengan istilah usada.

Usada bukan hanya berisi tentang pengobatan penyakit dengan ramuan tumbuhan saja, tetapi juga mencakup ilmu tentang medico-psikomatik, farmakologi, farmasi, cara menegakkan diagnosis, menentukan prognosis dan terapi serta terdapat pula dharma sesananing dadi balian atau etika perbalianan. Pengobatan trasisional di Bali masih banyak dilakukan oleh ”Balian” maupun oleh masyarakat sendiri berdasarkan pengalaman maupun mempelajari sendiri dari ”Lontar-lontar Usada” (Dinkes Bali, 2008).

Usada adalah pengetahuan pengobatan tradisional Bali, sebagai sumber konsep untuk mengobati masalah di bidang kesehatan. Dengan menguasai konsep usada tersebut dan memanfaatkannya dalam kerangka konseptual di bidang pencegahan, pengobatan, rehabilitasi serta penelitian yang berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. Kata usada berasal dari kata ausadhi (bahasa Sansekerta) yang berarti tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat-obatan. Kata usada tidaklah asing bagi masyarakat di Bali, karena kata usada sering dipergunakan dalam percakapan sehari-hari dalam kaitan dengan mengobati orang sakit. Masyarakat di Bali masih percaya bahwa pengobatan dengan usada banyak manfaatnya untuk menyembuhkan orang sakit.

Konsep dari pengobatan pada Usada ini terdiri dari sehat dan sakit. Sehat adalah apabila semua sistem dan unsur pembentuk tubuh (panca maha bhuta) yang berhubungan dengan aksara panca brahma (Sang, Bang, Tang, Ang, Ing) serta cairan tubuhnya berada dalam keadaan seimbang dan dapat berfungsi dengan baik. Sedangkan secara umum penyakit ada tiga jenis, yakni penyakit panes (panas), nyem (dingin),  dan panas-dingin. Demikian pula dengan obatnya, obat yang berkasihat anget (hangat), tis (sejuk), dan dumelada (sedang). Untuk melaksanakan semua aktifitas ini adalah Brahma, Wisnu, dan Iswara. Disebut juga dengan Sang Hyang Tri Purusa atau Tri Murti atau Tri Sakti wujud Beliau adalah api, air dan udara.

Masyarakat tradisional melakukan penyembuhan penyakit secara totalitas antara tubuh dan jiwanya. Jenis tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan pertama-tama bertujuan untuk menghilangkan penyebab metafisik yang tampak sebagai gejala fisik. Fenomena serupa juga tercermin dalam sistem pengobatan usada. Gangguan kesehatan timbul akibat ketidakseimbangan antara elemen wayu (udara, kekuatan), pitta (api, panas, sinar), dan kappa ( cairan lendir, larutan) dalam tubuh. Sifat gangguan dapat disebabkan oleh sesuatu yang bersifat natural (sekala) dan supranatural (niskala). Pelaksaan ritual dalam sistem pengobatan usada terkait dengan pencegahan (preventif) dan pengobatan (kuratif) serta rehabilitasi yang menggabungkan pendekatan fisik dan spiritual. Di sejumlah daerah di Bali diperkirakan cukup banyak tersebar naskah lontar usada. Diperkirakan terdapat kurang lebih 50.000 lontar usada yang ada di Bali. Beberapa diantaranya adalah Usada Buduh, Usada Dalem, Usada Edan, Usada Mala Usada Kuda, Usada Lara Kamatus, Usada Pemunah Cetik, Usada Rare, Usada Kalimosada, Usada Sato, Usada Sasah Bebai, Usada Tiwang, serta Usada Taru Premana, Usada Tiwas Panggung, Usada Tetengger Beling, Usada Tumbal, Usada Upas, dan Usada Rukmini Tatwa.

Salah satu peninggalan naskah lontar usada adalah Usada Rare. Usada rare terdiri dari 2 kata, yaitu usada dan rare. Usada yang berarti tumbuh-tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat-obatan dan rare yang berarti anak-anak. Jadi usada rare merupakan lontar yang memuat mengenai tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat-obatan untuk anak-anak. Dari usia bayi sampai anak-anak (Suwidja, 1991).

Pada usada rare banyak ditelaah mengenai pengobatan untuk anak-anak. Penyakit yang umum terjadi pada anak-anak, yang dalam usada rare disebut dengan tiwang antara lain step (kejang), tangan dan kaki kaku, lidah keputih-putihan, demam, sakit perut, sariawan, gelisah, perut kembung, bengkak ulu hati, mual, diare, mimisan, batuk, sesak nafas, mata merah, bisul, sakit telinga, sulit buang air besar dan buang air kecil, cacingan, panas dalam, tidak nafsu makan, dan penyakit kulit (Suwidja, 1991).

 

DAFTAR PUSTAKA

Dinkes Bali. 2008. Himpunan Usadha I. Bali: UPT B POT KOM Dinas Kesehatan Propinsi Bali.

Suwidja, K. 1991. Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada Pengobatan Tradisional Bali. Singaraja: Indra Jaya.